Waduh, NU Jatim MintaPemerintah Bubarkan OrmasPenganjur Khilafah

by Alex on 08:10 PM, 14-Jul-11

Category: Dalam Negeri

Ketua PWNU Jawa Timur KH
Mutawakkil Alallah meminta
pemerintah bersikap tegas
terhadap organisasi
kemasyarakatan yang tidak
berasas Pancasila. Kalau perlu
dibubarkan, karena
mengancam keutuhan Negara
Kesatuan Republik Indonesia
(NKRI).
Hal ini disampaikan ketua PW
NU saat hadir dalam Harlah NU
ke 85 yang digelar PC NU
Jombang di GOR Merdeka
Jombang, Ahad (10/7) yang juga
dihadiri ketua PBNU H Saifullah
Yusuf yang juga wakil Gubernur
Jawa Timur.
Dikatakan Mutawakkil,
sekarang ini marak bemunculan
ormas yang terang-terangan
mengajarkan khilafah dan tidak
mengakui adanya asas
Pancasila. ”Mereka
menginginkan NKRI diganti
khilafah, jika Indonesia ingin
makmur,” ujarnya dihadapan
ribuan jamaah.
Menjamurnya gerakan khilafah
ini, lanjut KH Mutawakkil,
karena pemerintah tidak tegas
menyikapi. Disamping itu masih
banyaknya warga yang dalam
kondisi miskin terutama
masyarakat bawah serta
penegakan hukum yang kurang
memicu aliran radikal ini.
”Selama persoalan kemiskinan,
hukum masih seperti sekarang,
aliran radikalisme semacam ini
akan terus berkembang,”
ujarnya seraya mengatakan
faham ini sekarang juga sudah
merambah Jawa Timur yang
merupakan basis NU.
Selama ini, lanjut pengasuh
Pesantren Zainul Hasan
Genggong Probolinggo ini
mengatakan, pemerintah belum
berani melakukan tindakan
atau pembubaranan. Padahal
undang-undang keormasan
yang merupakan konstitusi
bersama sudah tegas
mengatur.” Mengapa itu
(membubarkan) tidak berani
dilakukan. Itu yang kita
sayangkan,” pungkasnya.
Karenanya, Ketua PWNU Jawa
Timur ini meminta pemerintah
tegas untuk menindak bahkan
membubarkan ormas yang
jelas-jelas menolak asas
pancasila. Dikatakannya, karena
berada di Indonesia maka
setiap ormas harus berasakan
Pancasila.
”Jika tidak, maka harus ditutup
karena melanggar undang-
undang. Dan yang telah
berasaskan pancasila juga harus
mendapatkan pengawasan,”
tandas pengasuh pondok
pesantren Zainul Hasan
Genggong Probolinggo ini juga
mengingatkan.
KH Mutawakkil menegaskan,
bahwa siapapun dan apapun
ormasnya yang mengganggu
asas pancasisla dan keutuhan
NKRI, maka akan berhadapan
dengan NU. ”Siapaun
mengganggu Pancasila dan
Negara Kesatuan Republik
Indonesia (NKRI) akan
berhadapan dengan NU,”
tukasnya.
Dalam kegiatan harlah NU yang
dihadiri Bupati Suyanto dan
Wakil Bupati Widjono Soeparno
juga digelar donor darah. Tidak
kurang 50 jamaah dari Banser
Ansor, IPNU dan IPPNU
melakukan donor darah. (pz/
nu-online)

Share on Facebook Share on Twitter

Comments

No comments yet. Why not make the first one!

New Comment

[Sign In]
Name:

Comment:
(You can use BBCode)

Security:
Enable Images